Trisakti, Pancasila dan Pembangunan Karakter Bangsa
Main Article Content
Abstract
Pemahaman Trisakti sebagai salah satu opus magnum pemikiran Sukarno sendiri merupakan sumbangan terbesar dalam nasionalisme kita. Trisakti yang memuat tiga kata utama yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara budaya adalah serangkaian kata bagaimana membuat bangsa menjadi kuat dan mandiri. Hal itulah yang menjadikan Trisakti ini menjadi kata kunci menarik dalam menjelaskan konstelasi politik baik dalam maupun luar negeri, terlebih lagi dikumandangkannya tahun-tahun-tahun vivere pericoloso. Konsepsi Trisakti sendiri kemudian lenyap seiring dengan jatuhnya pemerintahan Sukarno dengan Orde Baru. Pada periode selanjutnya itulah, terjadi apa yang dikhawatirkan oleh Sukarno yakni menguatnya mental inlander, komprador, oportunis, koruptif, maupun kolaborator. Maka dalam konteks kekinian, sangatlah urgen dan signifikan bila kita perlu mengedepankan Trisakti sebagai bagian narasi pemecah solusi bangsa terutama dalam merombak mental-mental terebut. Tulisan ini akan mengelaborasi lebih lanjut mengenai konteks Trisakti dalam era kontemporer dihubungkan dengan menguatnya globalisasi dan pembangunan karakter bangsa.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.